Sebuah hutan subur tanpa pepohonan
Panas, gersang, kotor
Hanya tumpukan batu tempat berteduh
Sebuah gua beralaskan batu beratapkan tanah
Hutan yang kaya tapi miskin
Sungguh malang nian engkau
Kawanan cihuahua tinggal di dalamnya
Terikat rantai kekuasaan, tertindas
Hanya merusak kekayaan hutan
Lalu menyalak tak berarti
Para keledai berjubah singa berkuasa
Berebut singgasana semu duniawi
Demi tahta, harta, dan kuasa
Mengumbar kepalsuan semata
Tanpa ada realita
Sungguh malang nian engkau wahai hutanku
Telah kusaksikan tangis air matamu
Menimbulkan tangisan ratusan jiwa
Kurasakan betapa dahsyat amarahmu
Tundukkan ribuan keangkuhan
Akankah tiba waktu
Dimana kulihat senyumanmu
Ataukah ku kan menjadi saksi
Akhir kebangkitanmu
Tak pernah kutahu
Yang kutahu hanya satu
Engkau hanyalah semu
Selasa, 08 Desember 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar